Halaman

Cari Blog Ini

Selasa, 26 Maret 2013

Pencari kehidupan

     Setelah hampir 1 tahun lebih saya tidak buka blog saya akhirnya sekarang saya membukanya kembali. dan saya akan awali dengan sebuah cerpen karangan saya sendiri. smoga bisa memotivasi teman - teman yang membuka blog ini ^^. yo langsung saja ke cerpennya


Pencari Arti Kehidupan
Pada suatu hari hiduplah seorang anak bernama lita.Ia seorang gadis yang sangat cantik dengan berambut yang panjang dan hitam, memiliki mata yang sangat indah serta berkulit putih. Ia memiliki kecenderungan suka bermain musik dan melihat alam. Akan tetapi ada sesuatu yang ia sangat tidak mengerti, yaitu apa arti hidup ini? Kata – kata tersebutlah yang selalu ia pikirkan. Tetapi dengan berbagai pengalaman ia dapat menjalani kehidupannya dengan tenang sampai akhir hayatnya. Dan semua itu dimulai dari pagi ini.
“Selamat pagi dunia..selamat pagi burung – burung yang lucu, selamat pagi tanamanku yang indah, selamat pagi awan dan selamat pagi semuanya” begitulah lita memulai harinya dengan menyapa seluruh yang ada di dekatnya melalui candela rumahnya.
Setelah lita sibuk menyapa seluruhnya, ia melakukan kegiatan seperti anak gadis lainnya yaitu membersihkan tempat tidur dan membersihkan diri. Dengan cepat pun ia kerjakan seluruh pekerjaannya. Dan ia mulai keluar dari kamarnya dengan penuh senyuman.
“Selamat pagi anakku sayang..” dengan senyuman yang masih hangat ibu lita menyambut anaknya yang barusan keluar dari kamarnya.
“Selamat pagi ibu..ayah kemana bu?”
“Tentu saja ayahmu sudah berangkat tadi pagi ketika kamu masih tertidur nak. Ayo sekarang kamu sarapan terlebih dahulu”
“Baiklah ibu... ibu sudah sarapan?:”
“Iyaa ibu nanti aja setelah kamu sarapan nak, udah habiskan dulu makananmu kemudian kamu segera siap – siap berangkat ke sekolah”
           
“Iyaa ibu..lita mengerti” dengan penuh rasa senang, lita pun tidak ingin mengecewakan ibunya, sehingga ia menuruti nasehat ibunya.
            Lita pun segera bersiap – siap berangkat ke sekolah.Ia sangat pintar di sekolahnya, ia selalu menempati rangking pertama. Ia sangat disenangi teman – temannya karena sifatnya yang baik dan ramah. Ia juga mendapatkan berbagai prestasi yang membuat gurunya sangat bangga terhadapnya. Hingga suatu hari ia sangat bosan untuk pergi ke sekolah
            “Selamat pagi ibu” lita menyapa gurunya.
            “Selamat pagi lita.Lita kelihatan mendung banget hari ini, nggak sesuai cuacanya” sahut ibu guru.
            “Ah ibu bisa aja, lita gakpapa kok.Cuman perasaan ibu aja mungkin” dengan tersenyum lita menutupi wajah kebosanannya itu.
            “Baiklah kalo gitu.Lita segera masuk kelas yaa.”
            Setelah mencium tangan ibu guru tersebut, lita segera berlari menuju kelasnya.Ia selalu duduk dengan sahabatnya yaitu rita, mereka selalu bermain berdua entah ketika di kelas maupun waktu istirahat.
            “Hai rita” sapa lita dengan sedikit berwajah cemberut.
            “Halo lita, kenapa kamu? Ngapain wajahnya di jelek – jelekin begitu? Senyum dong anak cantik” dengan sedikit bercanda rita menyambut kedatangan lita.
            “Ah kamu rit, udah tau aku lagi bosan gini masih aja di ejek”
            “Oalah anak mama ini lagi bosen tah..udah udah ngapain sih bosen – bosen segala, hidup itu di buat senang kawan” kata rita dengan sedikit menghibur.
            “Dibuat senang gimana maksudmu rit?Aku nggak tau kenapa hari ini aku jenuh banget” balas lita dengan mengeluh.
            “Entahlah aku juga tidak tau maksud dari kata – kata itu hahaha, aku hanya ikut trendnya anak – anak aja hahahahaha.” Dengan tertawapun rita menjawab pertanyaan lita.
            “Ah kamu selalu bikin tambah kesal aja” keluh lita.
            Kemudian mereka kembali duduk berdua dan mengikuti pelajaran.Pikiran lita pada saat itu tidak terfokus dalam pelajaran. Hanya kata – kata apa arti hidup ini lah yang selalu ia pikirkan pada saat itu, hingga di tengah – tengah pelajaran lita mencari kesempatan agar dapat berbicara dengan sahabatnya untuk mengisi penasarannya tersebut.
            “Hei rita” panggil lita.
            “Ada apa sih lit? tumben banget kamu nggak konsen sama pelajaran” sahut rita.
            “Hehehe maaf. Aku ingin bertanya ni rit? Boleh nggak?”
            “Mau bertanya apa anak pintar?”
            “Kamu punya sesuatu yang berharga nggak?Jelasin dong apa maksudnya berharga itu?”Tanya lita dengan penuh penasaran.
            “Hmm tentu saja aku punya” dengan tersenyum rita menjawab pertanyaan lita.
            “Apa itu rit?” lita menyahutnya dengan penuh rasa penasaran.
Disela – sela mereka berbicara tiba – tiba pak guru memanggil nama mereka berdua dan menyuruh mereka untuk diam. Lita sangat kecewa karena pertanyaannya belum terjawab. Karena lita sangat penasaran, lita sangat tidak konsen dengan pelajaran tadi, yang ia pikirkan hanyalah apa yang ia bicarakan dengan sahabatnya sendiri tadi. Akhirnya pada saat bel istirahat mereka melanjutkan percakapan itu.
“Hei rit, apa yang berharga itu? Cepat jelaskan kepadaku” dengan penuh tidak kesabaran lita bertanya kepada rita.
“Ya ampun sabar dong lit, yaudah..sesuatu yang berharga bagiku adalah kamu” dengan penuh senyuman rita menjawab pertanyaan yang diberikan lita.
“Ha? Aku? Kenapa?” lita semakin bingung dan penasaran dengan apa yang diucapkan sahabatnya sendiri.
“Iyaa kamu lit, dan semua orang yang aku sayang adalah berharga bagiku. Dulu aku juga sempat berfikir kalo barang yang paling mahal harganya adalah yang berharga ataupun pemimpin kita. Tapi ternyata tidak, aku baru mengerti apa arti kata berharga setelah aku kehilangan ayahku. Aku sangat merasa kehilangan sesuatu dalam hidupku, dan aku tidak ingin kehilangan sesuatu yang berharga lagi dari hidupku, kawan. Hei lit,jangan sampai kamu kehilangan sesuatu yang berhaga darimu. Jagalah baik – baik apa yang menurutmu berharga kawan, karena sesuatu yang berharga itu adalah sesuatu yang sangat kamu sayangi dan kamu akan merasa sangat kehilangan ketika ia hilang.” Dengan sedikit sedih rita menjawab semua pertanyaan dari lita.
“Hai kawan, aku sangat berterima kasih karena engkau memberitahukan aku apa pelajaran tentang sesuatu yang berharga itu.Dan aku akan mengikuti nasehatmu yaitu menjaga sesuatu yang berharga bagiku.” Dengan penuh senyuman lita menyahut pekataan rita.
Setelah lita mendengar jawaban dari sahabatnya ia merasa sedikit lega karena ia mendapatkan informasi yang ia butuhkan. Kemudian ia kembali melanjutkan pelajaran di sekolah dengan penuh konsentrasi. Akan tetapi ketika ia mengikuti pelajaran, ia mendapatkan sebuah informasi yang mungkin bagi seluruh pelajar bahwa informasi itu sangat buruk atau menyeramkan yaitu akan ada ujian akhir semester minggu depan. Semua murid pun pulang dengan wajah tidak gembira karena mereka akan menghadapi ujian akhir pada minggu berikutnya, begitu juga dengan lita.
“Assalamualaikum.” Dengan wajah yang sangat capek lita mengetok pintu.
“waalaikumsalam.” Ayah lita menjawab salam lita dan membuka pintu.
“Loh ayah, kenapa ayah pulang cepat?” dengan kaget lita langsung memeluk ayahnya karena senang bahwa ayahnya yang membukakan pintu.
“Iyaa ayah sedang mendapatkan cuti satu bulan kedepan.Jadi ayah bisa menemani lita terus di rumah” dengan penuh senyuman ayah lita menjawab pertanyaan dari anaknya.
“Yaay jadi ayah bisa nemenin lita kapan aja dong?” dengan penuh rasa senang lita menyahut jawaban ayahnya.
“Iyaa nak.Sudah kamu ganti baju dulu dan segera bantu ibu yaa?”
“Iyaa ayah.”Dengan rasa penuh semangat lita segera ganti baju dan membantu pekerjaan ibunya.
Waktu terasa begitu cepat jika kita penuh rasa senang melakukan sesuatu kegiatan. Hari demi hari lita telah lewati, sampai – sampai tak terasa bahwa besok ia sudah melakukan ujian akhirnya. Lita sangat takut jika ia tidak naik kelas, oleh karena itu ia selalu belajar tiap malam. Dengan penuh rasa iba ayah lita melihat anaknya berusaha keras untuk menghadapi ujian tersebut, sehingga ayah lita memutuskan untuk menemaninya malam ini.
“Hei nak, bagaimana belajarnya hari ini?” ayah lita mencoba berbicara dengan anaknya.
“Lita bingung yah, apakah lita besok bisa menghadapi ujian itu?” dengan sedikit rasa kecewa lita menjawab pertanyaan ayahnya.
“Sudahlah yang penting kamu sudah berusaha semaksimal mungkin, besok kamu hanya beserah diri saja kepada Allah, oh yaa bagaimana kalo minggu ini kita jalan – jalan ke suatu tempat?” dengan bermaksud menghibur ayah lita menjawab pertanyaan lita.
“Kemana ayah?” lita menjawab dengan senang.
“Sudahlah itu kamu pikirkan nanti saja, pasti kamu seneng kok dengan tempat itu” dengan tersenyum ayah lita menjawab pertanyaan singkat dari anaknya.
“Baiklah yah, lita ingin tidur dulu. Besok lita harus bangun pagi”
“Iyaa nak, selamat malam, mimpi yang indah yaa.”Dengan memakaikan selimut ke anaknya dan mencium kening, ayah lita mengucapkan selamat malam dengan penuh rasa sayang.
Hari yang menegangkan ternyata sudah tiba. Lita memulainya dengan menyapa seluruh yang ada di sekelilingnya dan berdoa berharap nanti ia dapat mengerjakan soalnya dengan lancar. Lita pun segera bersiap – siap menuju sekolahnya, karena ia tidak ingin terlambat, ia melaksanakan tugasnya dengan lebih cepat dari hari – hari biasanya. Setelah semua tugasnya beres, ia segera berpamitan kepada kedua orangtuanya dan segera berangkat menuju sekolah. Akan tetapi mengapa perasaan penasaran itu datang lagi pada saat waktu yang tidak tepat.Ia sulit berkonsentrasi saat rasa penasaran tersebut menghantui dirinya. Tapi mau bagaimana lagi, ia tidak bisa menghindarinya. Akhirnya lita tetap berusaha agar bisa berkonsentrasi dengan apa yang ia hadapi.
Ketika ujian, lita merasa kesal karena perasaan tersebut belum juga hilang.Ia juga merasa kesal kenapa ia susah – susah berusaha sedangkan temannya bisa melihat jawaban orang lain. Iamerasa hidup ini tak adil, karena orang lain dapat mendapatkan apa yang ia mau dengan mudah sedangkan ia mendapatkannya dengan cara yang sangat sulit. Hari demi hari ia menghadapi hal yang sama, ia selalu melihat temannya mendapatkan apa yang ia inginkan dengan cara yang mudah sedangkan ia harus berusaha terlebih dahulu. Ia merasa semakin kesal dengan semua ini. Dan ia berharap bahwa besok minggu akan membawanya jauh merasa lebih baik.
Ujian telah lita lewati. Banyak hal yang tidak menyenangkan ia alami, dan ketika minggu pagi lita bertanya kepada ayahnya.
“Ayah, kenapa kemaren saat ujian teman lita hanya melihat jawaban lita dan mendapatkan nilai yang bagus sedangkan lita harus belajar dulu sampai malam?” Lita mengeluh kepada ayahnya
Akan tetapi ayah lita hanya tersenyum kepada anak kesayangannya tersebut.
“Ayah kenapa lita melihat kalo teman lita memiliki pembantu rumah tangga untuk membereskan rumahnya sedangkan di sini lita dan ibu yang membereskan rumah” lita mengluh kepada ayahnya lagi
Akan tetapi lagi – lagi ayah lita hanya tersenyum kepada anaknya.
“Ayah kenapa teman lita mendapatkan apa yang ia inginkan dengan mudah, sedangkan lita harus bersusah payah terlebih dahulu.” Lita mengeluh sekali lagi terhadap ayahnya.
Akan tetapi ayah lita lagi – lagi hanya tersenyum kepada anaknya.
“Ayah jawab pertanyaan lita!” dengan sedikit mengambek lita mengeluh kepada ayahnya karena dari tadi ayahnya hanya tersenyum.
“Nak.Segera ganti baju dan ikut ayah. Ayah sudah berjanji kan? Bahwa ayah akan mengajak lita jalan – jalan bersama ibu.” Sahut sang ayah.
Dengan cepat lita mengajak ibunya untuk segera bersiap – siap.Akan tetapi dengan penuh perasaan kesal lita mengikuti ayahnya karena semua pertanyaan tadi masih belum di jawab ditambah lagi dengan kata – kata yang selalu menghantui pikirannya.Ketika mereka sudah bersiap – siap mereka segera berangkat ke tujuan ayah mereka.Akan tetapi ketika sampai yang dilihat lita hanya tempat yang sangat buruk dimana jalannya sangat becek, penuh tanaman berduri dan banyak kotoran hewan.
“Ayah tempat apa ini?” ibu lita bertanya kepada suaminya.
“Ini tempat menuju sesuatu yang sangat indah bu” dengan penuh senyuman ayah lita menjawab pertanyaan istrinya.
“Ayah, lita tidak mau melewati jalan itu.Di situ jorok sekali, banyak kotoran hewan dan jalannya juga becek.”Keluh lita dengan sangat kesal.
Akan tetapi keluhan lita tidak mengubah pikiran ayahnya untuk menuju tempat yang ayah lita inginkan.Dengan penuh semangat kemudian ayah lita menggendong anaknya dan berangkat menuju tempat yang buruk itu. Mereka berjalan terus tanpa henti, dan ketika di tengah perjalanan lita merasa kasian kepada ayahnya yang menggendong ia terus. Dan akhirnya lita memutuskan untuk berjalan sendiri.Setelah melakukan perjalanan cukup lama, mereka akhirnya tiba di tujuannya.
“Waaaaaaaah… tempat apa ini yah? Indah sekali” dengan sangat terkejut lita melihat apa yang ada di depannya.
Tentu saja pasti lita terkejut, begitu juga dengan ibunya yang melihat apa yang di depannya. Semua orang pasti juga akan senang jika melihat tempat ini. Tempat yang sangat indah dengan terdapat danau yang luas di hiasi bunga – bunga yang indah, dan terdapat pohon yang sangat besar dan rindang untuk tempat berteduh, lantai yang hijau dengan penuh rerumputan yang sangat rapi, serta penduduk yang sangat ramah kepada mereka. Penduduk di tempat itu bukanlah manusia seperti lita, tetapi penduduk tersebut ialah hewan – hewan yang lucu seperti kelinci, kupu – kupu, burung, capung,  dll.
Tanpa pikir panjang, lita langsung berlari menuju danau dan bermain – main dengan penduduk tempat tersebut.
“Jangan jauh – jauh nak jika bermain.” Teriak ibu lita.
“Baik ibu.”Sahut lita dengan penuh rasa senang.
            Setelah bermain cukup lama lita pun merasa lelah dan memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon yang rindang itu.Ternyata di bawah pohon tersebut merupakan tempat yang sangat nyaman yang pernah lita temui.Tentu saja tempat tersebut sangat nyaman, di bawah pohon tersebut bertiupan angin yang sangat sejuk serta di hiasi pemandangan yang sangat indah yang dapat dilihat dari pohon tersebut.
            “Hei nak, siapa namamu?” tiba tiba terdapat suara yang menanyakan kepada lita.
            “Siapa yang berbicara?” dengan rasa sangat takut lita menjawab pertanyaan tadi.
            “Tidak usah takut nak, aku adalah pohon yang sedang kau nikmati ranting dan daunku untuk tempatmu berteduh.Siapa namamu nak?”
            “Huaaaaaaa…….. apakah semua makhluk disini dapat berbicara?” dengan kaget lita menjawab
            “Tidak nak, hanya aku yang dapat berbicara dengan bangsamu, karena aku yang menjaga tempat ini.”
            “Babababaiikklaaahh…… nnaaaammaakuu llililittaaaa” lita sangat ketakutan dengan hal yang ia hadapinya, karena seumur hidupnya ia tidak pernah berbicara dengan pohon.
            “Hahahaha….. sudahlah nak engkau tidak perlu takut denganku, aku tidak akan berbuat jahat kepada orang yang polos seperti kamu.”
            “Hmm okey, bolehkah aku berteduh lagi pohon?” dengan penuh senyuman lita bertanya kepada pohon tersebut.
            “Tentu saja nak, engkau boleh berteduh kapan saja dan engkau boleh mengambil apa saja dalam diriku selama aku bisa memberikannya kepadamu”
            “Terima kasih banyak pohon, tetapi kenapa kamu tidak berbuah? Aku sangat lapar sekali.” Dengan penuh rasa berharap lita bertanya kepada pohon tersebut.
            “Hahahaha… sebenarnya buah apa yang kau inginkan nak? Aku dapat menciptakan seluruh buah di muka bumi ini”
            “Benarkah? Aku ingin sebuah apel yang saaaaaangggaaattttt lezat… hehe” lita menjawabnya dengan tersenyum
            “Baiklah nak.”
            Ternyata apa yang dikatakan pohon tersebut benar. Tiba – tiba munculah buah apel di rantingnya dan jatuh di hadapan lita.Karena sangat kelaparan, lita langsung memakannya dengan lahap.
            “Kau terlihat sangat kelaparan nak, ini akan kuberikan satu lagi untukmu”
            “Terimakasih banyak pohon besar yang baik. Apel ini sangat lezat.”Lita langsung memeluk pohon tersebut walaupun tangannya tidak dapt menggapai penuh seluruh batang pohon tersebut.
            Setelah lita memakan apel tersebut dan merasakan sedikit kenyang. Lita ingat akan pertanyaan yang belum dijawab oleh ayahnya.
            “Hei bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?.” Tiba – tiba lita berbicara kepada pohon tersebut.
            “Silahkan nak, engkau ingin bertanya apa?”
            “Kenapa teman lita mendapatkan apa yang ia inginkan dengan mudah, sedangkan lita harus bersusah payah terlebih dahulu.” Lita mengajukan pertanyaan yang sama ketika ia bertanya kepada ayahnya.
            “Bukankah seharusnya dengan semua kenikmatan yang engkau rasakan ini, engkau mengetahui jawabannya nak?”
            “Ha? Apa maksudnya? Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan.” Lita tampak bingung dengan kata – kata pohon tersebut.
            “Apakah engkau melihat orang lain di sini selain kamu dan orangtuamu nak?”
            “Tidak” sahut lita.
            “Tentu saja tidak nak, semua orang pasti akan enggan untuk melewati jalan ke sini nak, sebagian orang pasti berfikiran bahwa jalan tersebut tidak akan membawanya kemana – mana, yang ada akan malah ke tempat yang penuh kotoran. Sebagian orang lagi akan berfikiran untuk apa aku bersusah payah melewati jalan tersebut jika ada jalan yang enak dan pasti tempat tujuannya. Semua itu sama dengan kehidupan aslimu nak, jika engkau berusaha dengan maksimal dan berfikiran positif tentang apa yang akan engkau dapatkan di depan, pasti engkau akan mendapatkan hal yang jauh lebih baik dengan orang – orang yang tidak mau berusaha nak. Hidup itu adil nak, engaku akan mendapatkan semua yang engkau inginkan bahkan lebih jika engkau berusaha dengan sungguh – sungguh. Seperti halnya engkau melewati jalan yang buruk tadi dan tiba di sini nak.”
            Lita pun sejenak terdiam.
            “Aku tahu sekarang, terimakasih pohon” dengan tersenyum lita berterima kasih kepada pohon tersebut.
            “Iyaa nak sama – sama. Ingatlah bahwa engkau harus berfikiran positif dan pantang menyerah tentang apa yang engkau hadapi nak.”
            “Baiklah.Aku ingin berpamitan dulu, karena hari sudah sore aku harus segera pulang” lita tersenyum.
            “Iyaa nak, jaga baik – baik dirimu dan jangan lupa kembali kesini, aku akan berikan apapun yang engkau mau sesuai dengan kemampuanku”
            “Iyaa pasti aku akan kembali dengan cerita yang lain. Selamat tinggal pohon.”Lita tersenyum kembali ke pohon tersebut dan memeluknya.
            Lita segera berlari menuju kedua orang tuanya, dengan rasa gembira bercampur sedih iatinggalkan tempat tersebut.
            “Hei ayah, sekarang aku tahu dengan semua jawaban tersebut.”Lita berkata kepada ayahnya.
            “Baguslah nak jika engkau tahu dengan sendiri apa yang engkau butuhkan” Dengan tersenyum ayah lita berkata kepada anaknya.
            Mereka kembali pulang ke rumah dengan perasaan yang senang.Dan lita sekarang merasa sangat lega karena semua pertanyaannya terjawab dengan sendirinya. Dan ia juga merasa senang karena memiliki teman yang baru yang sangat ramah kepadanya, serta ia menjadi lebih semangat untuk pergi ke sekolah dan menjalani hidupnya. Setelah sampai di rumahnya ia segera beristirahat untuk persiapan sekolah besok. Ia mendapatkan banyak pelajaran pada hari ini, dan ia tidak akan pernah melupakan hari ini. Setelah ke esokan harinya ia merasa lebih semangat menjalani hari – harinya. Ia bercerita kepada sahabatnya rita tentang apa yang dia alami. Banyak perubahan yang terjadi kepada lita setelah hari tersebut. Dan ia menjadi semakin lebih baik di setiap harinya.
Ketika malam ia selalu menulis hari – harinya di buku hariannya yang kecil tapi penuh dengan pengalamannya. Akan tetapi ia mengalami masalah lagi pada kehidupannya. Hingga pada suatu hari terdapat kata – kata di bagian terakhir di buku hariannya yang bertuliskan.
“Hei pohon, aku ingin kembali ke sana dan menanyakan sesuatu kepadamu”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar